Google Adsense

Tipuan Fajar


Katanya, fajar adalah untaian oranye bahagia.

Katanya, fajar adalah deretan senyum surya.

Katanya lagi, fajar itu untaian rasa penuh nada.

Tapi, mengapa fajarku berbeda?


Faktanya, fajarku tak sama.

Tak seindah yang diucapkan dengan kata.

Tak pernah sebahagia untaian rasa.

Fajarku hanya dipenuhi oleh lara.


Mah, Pah,

Kalian anggap aku adalah putri raja.

Aku adalah pelangi dikala suka.

Kalian cakap aku penuh bahagia.


Tapi Mah, Pah,

Kenapa fana-nya berbeda?

Kenapa aku hanya bisa terluka?

Kenapa aku tak penuh akan bahagia?


Pah, 

Gadis kecil yang dulu kau sanjung,

Kini sudah jatuh tersandung.

Tak ada yang menolongnya bangkit.

Tak ada yang menemaninya kala sakit.

Tak ada, Pah, sama sekali sendiri.


Mah,

Putri kecil yang dulu kau timang,

Sekarang sudah menjadi pecundang.

Tak siapapun mau menatapnya.

Tak siapapun mau memeluknya.

Tak ada, Mah, bahkan bayangannya sendiri.


Fajar yang kau ucap terbit,

Nyatanya bagiku hanya sakit.

Fajar yang kau sanjung-sanjung,

Nyatanya bagiku sandung.


Mah, Pah,

Kenapa fatamorgana yang kau ucapkan tentang fajar,

Sama sekali tidak terjadi pada putri tanpa mahkota?


Kenapa mimpi-mimpi imajinasi,

Yang kau cakap harus dikejar dengan berlari.

Kini berubah menjadi halusinasi tingkat tinggi,

Yang bahkan tak bisa kukejar meski mendaki.


Semua bohong!

Kau ucap aku putri raja,

Nyatanya aku hanya rakyat jelata.

Kau cakap aku pelangi dikala suka,

Nyatanya aku hujan dikala senja.


Semua hanya imaji,

Tak ada yang asli.

Tak ada yang menemani,

Selain bayangan dari pantulan diri.


Fajar ini,

Pelangi ini,

Putri raja ini, 

Nyatanya hanya seekor anjing tak bernyali.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama