Google Adsense

 SIN JIM DAL


Dengan Menyebut Asma Maha Kasih dan Sayang.


Demi Pemilik Alif dan menjadikannya selalu tegak.

Apabila malam telah berpuncak

Serta langit telah berbulan

Dan bintang-bintang menyinar liar.

Di atas Altar Sujud

Harap, puja-puji pada Sang Maha Pujangga.

Iringan bait-bait menyucikan Asma dalam simpuh luluh.

Tangan-tangan mendangah pada langit

Serta-merta Air mata yang bergugur jatuh

Biarlah berjatuhan, sebab takdir.

Mohon selamatkanlah sujudnya saja.


Demi Sang Maha Saksi yang tak pernah tertidur.

Yang menjadikannya tanah berjiwa, berkuasa.

Persaksikanlah Aku pada yang waktu lain.

Tatkala kerangka tubuh mulai merapuh

Susunan tulang-tulang rusuk telah rusak.

Mulut kerontang, lidah terbata bicara.

Kasih mengutusku maut.

Biarlah, biarlah bergegas saja.

Sebab, Aku telah merindu pada Kasih.


Demi Sang Penyusun Para Bintang.

Sang Pemilik Ruang, Pemilik Waktu.

Yang menjadikan jiwa dapat bersyair.

Sesungguhnya Baitku hanyalah Untuk-Mu.

Rapalan mantra kasih ini Milik-Mu.

Puisi-puisi untukmu Sang Maha Puitis.

Makna Takkan mendua pada jasad.

Mohon Izinkanlah Aku, berada di sampingmu.

Dekaplah jiwa-jiwa abadi ini; pada dekap keabadian.


Ahad, 2 Muharram 1444 H"


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama