Google Adsense

 Saat Ibu Pulang


Lentik jemari yang kurindukan

Hangat dekapan yang telah hilang

Namun jarak sudah terlampau jauh

Hingga rindu menyiksa daksa yang sudah rapuh


Rambut yang tak lagi hitam dan tebal

Kantung mata yang jelas nampaknya

Tubuh yang tak seberapa kuatnya 

Namun cinta tetap utuh diberinya


Semakin waktu melahap ruang

Arah langkah semakin bercabang

Elegi ini ku tulis malam hari

Sebelum esok kembali menutup diri.


Pergimu adalah pelajaran hidup yang amat sakit

Hilangmu membuat semuanya terasa rumit

Rumah itu tak lagi seramai dulu

Wahai, ibu... sungguh aku rindu.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama