Google Adsense

 Kopi mawar


Teruntuk ranum yang kukecup pada nafas terakhir surya

Diriku yang bernafas atas namamu

Diriku yang menyeduh kopi beraroma serupa semerbak mawar pada pekarangan rumahmu

Engkau kekasih, yang kuketuk agar pintumu terbuka

Agar semestamu menjamu diriku

Lalu kau seduhkan kopi yang beraroma mawar senja itu

Kopi yang kusesap seolah diriku bisa menikmatinya selama diriku mampu menatapmu kekasih

Benar, kala netra kita sama sama tertaut

Untuk ikrar yang sama sama terucap tanpa suara

Kekasih, aku mencintaimu

Suatu yang ingin kurapal berulang kali

Agar kau percaya

Aku mencintaimu

Nafasmu, netramu, ranum belah bibirmu, hingga kopi mawar milikmu

Ah... Diriku mabuk kekasih

Entah bagaimana, netraku buram

Hanya tersisa rautmu dengan ranum yang melengkung seolah merengkuh jiwaku

Ah... Aku mencintaimu kekasih

Seperti hal yang ingin ku ucap setiap pagi kala netraku mengecup netramu yang masih pejam

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama