Google Adsense

Wahai Elangku 


Dahulu sepasang burung merpati sebagai perumpamaan

Tapi kali ini, sebuah nama seperti jenis burung untuk karyaku 

Sebuah nama yang indah untuk harapan dan doa dalam hidupnya 

Ya, nama indah itu lah yang aku jadikan judul dalam puisi ini  

Nama dan judul menjadi satu yaitu “Wahai Elangku” 

Wahai Elangku… 

Kini kau terbang kearah mana ? Aku tak tahu arah mana yang kau lintasi  

Kini kau berada dimana ? Aku tak tahu sangkarmu terletak di bagian mana dari bumi ini 

Kini kau terbang dengan siapa ? Sehingga membuat mu terbang sejauh ini tak kembali 

Wahai Elangku … 

Badanmu yang kekar itu apakah kau sanggup melintasi langit yang seluas itu ? 

Apakah sayapmu masih sanggup untuk terbang jauh dan lebih tinggi ? 

Ya, mungkin aku tak tahu kamu dimana karna kamu punya sayap yang utuh untuk terbang 

Kamu punya sangkar untuk kembali jika kau lelah melintasi langit indah itu 

Wahai Elangku … 

Disini ada harapan dari seseorang Wanita yang lemah untuk kau kembali 

Karna kaulah harapan yang sudah lama dinantikan oleh Wanita itu

Tapi kau sangat suka terbang jauh sehingga tak mampu untuk dijangkau olehnya 

Wahai Elangku… 

Jika aku punya sayap juga, mungkin aku akan terbang seperti kupu-kupu 

Tapi terbangku takkan jauh karna sayapku terluka 

Sayapku itu terluka karna aku tlah jatuh dan itu sakit rasanya 

Sayap yang indah itu telah rusak karna terkena benda tajam yang melintas di langit indah 

Wahai Elangku… 

Kini aku berharap punya sayap seperti merpati tapi tak setangguh dirimu

Kamu mungkin elang yang tangguh dan kuat menghadapi musuh di langit luas 

Tapi bagaimana dengan merpati apakah dia sanggup melawan musuh?

Wahai Elangku… 

Kamu adalah harapan Wanita sepertiku untuk terbang lebih tinggi sama sepertimu 

Ajari aku untuk belajar bagaimana caranya melepas mu untuk terbang diatas awan 

Jika aku bisa memilih, aku memilih menjadi Bidadari yang bijaksana dan terbang dengan selendang 

Karna bidadari ada rumah untuk singgah di langit yang luas 

Wahai Elangku… Aku sadar kita berbeda jalan dalam hidup

Jika bidadari bisa terbang dengan sangat anggunnya

Apakah kamu masih mau terhenti di tempatmu saat ini ?

Apakah akan ada harapanku agar kau berhenti agar dapat ku jangkau 

Wahai pemilik nama Elang 

Kehadiranmu membuatku nyaman dan damai dalam beberapa hari terakhir

Kehadiranmu adalah harapanku di masa lalu yang terwujud saat ini 

Sikap mu yang ku inginkan dalam hidupku, tapi ada apa dengan mu ? 

Mengapa berubah secepat itu sikapmu yang perhatian menjadi dingin ?

Wahai pemilik nama Elang 

Mengapa kamu menyiksaku dalam sikapmu ? Apa salahku kepadamu ?

Tolong katakan sejujurnya agar tak sesakit ini

Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepadamu ? Akupun bingung harus apa 

Wahai pemilik nama Elang 

Di dalam dirimu ada harapan dari aku wanita lemah ini, hatiku telah hancur 

Tolong jangan semakin siksa aku dengan sikapmu ini

Tolong katakan sejujurnya dan maafkan jua atas kesalahanku 

Tolong kembalilah seperti yang aku kenal 

Wahai pemilik nama Elang

Kembalikan senyuman yang telah redup dan harapan yang hancur

Karna senyuman dan harapan itu kembali saat kamu hadir 

Jika kamu pergi dan menghilang itu semua juga hilang dari hidupku 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama