Google Adsense

TENTANG KITA

 

Apakah kalian menerima suratku?

Dasar bodoh, tentu saja tidak karena aku belum menuliskannya

 

Hari ini aku kembali menyusuri lembaran kenangan

Yang pernah kita lalui bersama

Menapaki jejak demi jejak

Untuk melepas rindu atas persahabatan kita

 

Hei dengarlah, aku hanya ingin sedikit bercerita

Tentang padang rumput, tempat kita berlari, saling mengejar

Dan kemudian menghempaskan tubuh dihamparan itu

Sambil memeluk langit yang jauh diatas sana

 

Kemudian tentang hujan yang membuat kita kembali berlari

Bukan karena perasaan takut basah

Namun karena perasaan bahagia

Disaat ribuan rintik hujan menerpa wajah

Aku ingat disaat kita berpegangan tangan dan berteriak

Bahwa kita adalah sahabat selamanya

 

“Kalian adalah hujan bagiku”

Aku berteriak demikian yang membuat kalian heran dan tertawa

Kalian juga ikut meneriaki hal aneh setelahnya

Yang membuat kita semakin bahagia

Bak akara yang hilang dalam aksara

 

Cerita ini juga tentang rumah tua nenekku

Tempat kita pada akhirnya berteduh

 

Kita saling bercengkerama dan tertawa

Bermain petak umpet dengan suasana hujan yang mulai reda

Kemudian mengisi perut kosong dengan sekotak kue

Dan segelas susu sambil menikmati senja

Yang kian menghilang diujung jendela

 

Dan tentang kita yang pulang kerumah

Menyusuri tanah setapak yang basah

Kemudian terpisah dipersimpangan jalan

Yang membawa kita kearah yang berbeda

 

Hei sahabat, dulu kita saling berbagi mimpi

Saling menyemangati dan saling memahami

Bahwa kita punya jalan yang harus ditempuh dengan kaki sendiri

Semoga kita bertemu kembali

Karena kita akan selalu menjadi sahabat sejati

 

Hujan adalah bagian dari dunia

Meski sekarang dia tak lagi bersuara

Dia tak pernah pergi meninggalkan kita

Mencatat setiap momen persahabatan

Yang tidak akan pernah terlupa

 

Jika aku pernah bilang pada kalian

Bahwa kalian adalah hujan bagiku

Maka kalian sama dengan duniaku

Sahabat kecilku.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama