Google Adsense

 Tawa di pengujung sendu


Sekilas ingat kenangan lampau

Takkah jentaka peluk erat kau yang lalu?

Takkah ironi buat sukma riangmu terimpit malu?


Senja teriring pilu

Tenang dirundung sarayu

Pada malam tergelap kau berujar mendayu

Pinta rangkulan 'tuk sangga tubuh rapuhmu


Sementara pelita obsesi manusia

Tak kau tahu titik temu

Sementara di sini sunyi terikat suram

Tak kau temu titik bantu


Rangkai diksi lalu gaungkan

Lukis kesakitan pada secarik kertas itu

Rangkai diksi lalu dendangkan

Menarilah dengan sosok ilusi sesukamu "


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama