Google Adsense

Sedetik Yang Berharga 


Saat jarum jam menandakan kereta tiba

Detik menit mulai menjadi berharga 

Sepasang mata itu membuatku merona 

Ku tatap wajahnya yang penuh wibawa 


Seyum manisnya bak taman penuh bunga 

lambaikan tangannya memberikan pertanda 

Kini mataku yang mulai berkaca-kaca

Melepasnya untuk kembali menuai cita-cita


Mataku masih tertuju pada langkahnya 

Langkah yang memberikan arti pejuangannya 

Dan lambaian tanganku menjadi saksi

Bahwa aku terlalu benci untuk berpisah lagi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama