Google Adsense

Sajak Melodi


Denting dawai gitar terserak sampai ke telinga

Menggema lembut tanpa kata permisi sebagai sapa

Bahana yang menjadi teman saat hati terus dibungkam lara

Menjadi pengobat duka yang kian mengusik sukma.


Lantunan melodi selalu menjadi kawan

Saat tumpukan nestapa merajai angan

Renjana yang terus mengudara

Melupakan luka yang selalu kau pahat berdalih kata cinta.


Haruskah mengalah pada waktu yang terus berdenting?

Haruskah mengalah pada takdir yang tak sejalan dengan asa?


Desau angin senja dan jingga langit menjadi kanvas kepergianmu

Menciptakan ruang kosong yang hampa tanpa satu nada

Suara petikan gitar tak lagi menantang di telinga

Saat tahu, dirimu datang hanya untuk sekadar singgah.


Kau pergi meninggalkan sejuta irama 

Yang tercipta dari raung hati gadis pencinta

Kau pergi dengan segala dusta

Meninggalkan raga yang tergeletak tak berdaya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama