Google Adsense

Romantis yang Tak Indah


Bersandarkan luka yang pernah ada

Aku perlu mencoba dewasa, kata orang seperti itu

Hanya saja terlalu gelap untuk jalan ku

Entah karena patahkah yang terlalu sakit atau memang takdiri mengutuk ku seperti ini

Luka ku terlau dalam, atas cinta yang pernah ku maniskan

Kau pernah berjanji sehidup semati, namun sayangnya kau pula ingkar atas sumpah mu

Tuan, goresan mu terlalu beracun, inikah akar romantis puisi mu kala itu?

Aku yang tertatih dan tetap berdiri dibalik bayang-bayang mu

Kamu yang telah sembuh atau bahkan tak pernah sakit setelah perpisahan, sedang aku setengah mati bersusah payah untuk sembuh

Tak ada kebencian, namun hampir mati rasa hati ku

Tak lagi ramah suara senja di luar, tak seindah dulu yang pernah kita saksikan

Aku tak ingin kembali menyapanya, sebab ia saksi bisu atas perpisahan

Bukankah kata orang senja itu romantis?

Namun mengapa senja ku tak seindah pepatah pujangga?

Terombang-ambing hati ku mencari dermaga

Namun lagi-lagi aku lupa, dermaga itulah yang meninggalkan ku sebatang kara

Membuat ku hanyut, tergulum ombak dan berdarah menghantam karang

Hingga aku terdampar pada pulau sepi

Semenyedihkan ini kah romantis ku?

Tolong tinggalkan jawabannya, aku ingin mendengar meski sepatah

Dan teruntuk Tuan yang pernah menjadi pesisir ku, tetap ku tunggu jawaban tentang ku yang pernah menjadi mempelai.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama