Google Adsense

Riuh Senja


Semilir angin menghunus atma yang rentan

Hari penuh rindu sudah lama berpamitan

Objek semu kini melayang di ingatan

Fatamorgana selesaikan persinggahan tak berikatan

Ilusi kuhanyutkan dan doa biar berdekatan

Aksara penuh memori tlah memberi kekuatan ...


Ayar begitu riuh pada indahnya laut

Rumah tempat berpulangku kini hanya menunggu maut

Matamu yang dulu begitu candu kini mengingatmu saja takut

Akara sempat diguyur hujan dan hatiku dihadang hingga kalut

Nama yang kusimpan mati-matian kini kulepas hanyut ...


Elegi merapal mimpi yang dirajut dan berakhir karam

Untuk senja yang kuukir biar abadi kugenggam

Nirwana kita tapaki sendiri-sendiri meski terjal dan curam

Waktu mungkin tak bersahabat namun sudah seharusnya aku paham

Ornamen renjana kan dilanda badai dan cahaya kan padam

Otoritas cinta jika nanti aku dan kamu memilih bermalam ...

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama