Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Rindu yang Menggebu


Angin berbicara

Mulut diam seribu bahasa

Hujan membasahi bumi

Air mata tak kunjung henti


Rindu.....

Bolehkah aku meminta sesuatu?

Pada raga yang tak kunjung temu

Pada hati yang menangis pilu


Rindu.....

Pada secarik kertas ini kucurahkan

Rasa yang semakin membuncah

Emosi yang memberontak kian mendesak


Bagai bulan mengejar matahari

Bagai ombak berjumpa dengan pantai

Mencoba berulang kali

Namun rindu menerpa tiada henti


Gadis kecil ini hanya diam membisu

Dilanda kegelisahan tanpa tentu

Berada di pojok kamar berwarna biru

Namun hati hitam bagai batu


Terperangkap kenangan dalam ingatan

Bergurau dengan kesengsaraan

Menunggu tanpa kepastian

Bersandiwara dalam keadaan


Rindu.....

Aku tahu,semuanya telah usai

Pergi dan menghilang, bagaikan diterjang badai


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama