Google Adsense

Ratapan Anak Nelayan


Anganku mengawang

Tatkala terdengar bahwa ayah t'lah berpulang

Rasa getir erat memagut

Menuntun ku pada mega merah di langit laut


Batin ku bergejolak, berkecamuk

Lintasan kenangan berpawai lintang pukang

Kerinduan membelit, membuncah

Tangis ku pun pecah


Bak tunanetra

Kalandara tiada berwarna

Parade angan membawaku pada lautan

Menatap gelombang yang menghempas ayah hingga hilang


Lamunan menguasai kesadaran ku


Dalam beratnya langkah, samar-samar tergambar

Senyum yang rapuh, sketsa peluh 

Terpahat di wajah nya yang kukuh


Ayah

Tangan-tangan perkasa para penakluk samudera menariknya

Memelesat, melarut ke dalam dinginnya samudera

Bersama kerlip terakhir mentari tenggelam di garis cakrawala

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama