Google Adsense

Perihal Harapan


Suasana malam menyakitkan

Kelamnya menyelimuti pikiran

Aku ditikam kerinduan 

Tentang kenangan yang berkeliaran 

Di dadaku kerinduan pecah sebagai kepiluan 


Lamunan membungkam semua kenyataan 

Alunan simphoni memberikan ketenangan sementara

Membakar harapan dalam jiwa

Begitu juga kepiluan kian kental di dada 

Aku hanyut dalam kehampaan 


Mata tak dapat membendung kesedihan

Tetes demi tetes terjatuh begitu saja 

Seperti mengisyaratkan untuk menyerah

Sebab segala harap rasanya sia-sia


Hati dan logika tak dapat berdamai

Ingin mengakhiri semua impian

Kaki terasa berat untuk melangkah

Semua terasa sangat jauh dari harapan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama