Google Adsense

 "Pagi, desauan angin pelan mengalun


Embun hadir menyapa dari daun-daun

Bersama itu, kamu datang membawa kertas dan bunga

Tatap sendu mengaku lemah memberi surat

Namun memaksa ingin menulis sajak

Bahkan tak perlu gigih mengindahkan kata

Hanya berucap, semua selesai


Sesaat arunika berpijar, kamu hirap entah ke mana

Lalu kembali saat lembayung tiba

Menidurkan pena di atas kertas yang baru

Menagih rayu, untuk apa aku tak tahu

Kamu berbisik malu menyebut nama

Membuatku kelu dan terpaku

Bertutur lembut tentang puan yang bermuara

Menjadikannya sang dayita anindya


Kukira kamu menyentuh arah intuisi

Ternyata hanya menginginkan puisi

Untuk seseorang yang dicintai

Jadilah, luluh simpati

Kutuliskan semua perasaan mendalam

Untukmu, untuknya

"


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama