Google Adsense

 "KISAH MALAM DITAMAN

Karya: Wulan Ekasari


Lamunan panjang membawaku pada gelapnya malam

Ditaman, aku terhanyut pada hayalan, hingga menembus dinding  kesadaran

Dikejutkan oleh seseorang dengan sentuhan halus dipundakku

Tanpa sapaan, ia tersenyum dengan wajahnya yang gemilang.


Itu kamu

Seseorang yang pergi tanpa pamit

Membawa seluruh perasaan tulus dalam hati

Yang kini berhasil untuk menanti sesuatu yang belum tentu kembali


Kukira kau pergi untuk selamanya

Meninggalkan jejak yang terhapus oleh derasnya tangisan semesta

Bahkan meninggalkanku bersama rasa rindu yang menggebu

Dan kau, kembali sambil bersenandung tanpa rasa pilu


Sudahi leluconmu itu

Aku tak sudi menjadi mainanmu

Yang kau tinggalkan tanpa permisi

Lalu datang mengejutkan hati


Aku marah

Kepergianmu membuatku hilang arah

Kau kira aku akan menangis dalam pelukanmu sambil mengucap rindu?

Kau salah, dadamu adalah incaran kepalan tanganku yang mengeras


Aku marah 

Karna kau tak merasa bersalah 

Gelora tawamu membuatku jengkel 

Sampai aku tak tahu haru senang atau menangis


Hingga kata maaf kau selipkan dalam rayuan

Dilantunkan dengan jurus andalan

Tanpa ampun, kau bujuk hati ku yang sedang bimbang

Sebenarnya ini rindu?, atau tangisan hati yang kelabu?


Batu akan rapuh jika terus ditimpa hujan 

Kayu akan habis jika terus dibakar

Es akan mencai jika terkena panas matahari

dan hati akan luluh jika terus dirayu 


Mewakili hati ini

Aku menerima segala goresan tinta yang luntur 

Setelah kau berikrar untuk tidak akan pergi tanpa pamit

Dan kini, kami merajut senyuman manis sambil bersanding dua.


"


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama