Google Adsense

 KEKASIHKU


Duhai musim semi 

Kau keringkan batinku padamu yang suci 

Kau bakar sampai menjadi abu yang tak abadi 


Duhai musim semi 

Ini asmara cinta yang suci 

Biarkan ia subur mengabdi 

Tak meminta balas atau kasihani 

Sudah cukup membumi atas do’amu yang syar’i


Duhai musim semi

Akhir-akhir ini aku sangat letih 

Dan waktu yang tepat sedang mengabarkan senyum manismu dalam linimasaku hari ini

Kacau balau rasaku

Uji coba sedang dilaksanakan 

Khidmat betul ia mencerna dengan nurani yang sedang kritis dan iman yang tipis 

Tapi biarlah jejak-jejak kasih dan mantra-mantra sunyi yang menghantarkanku pergi

Cukup lah dirimu bahagia dengan tinta dan kata tak perlu mengingat atau merindu dengan pasrah

Sebab akhir ini bukan tangisan penghantar sepi 

Melainkan membawamu keladang bunga abadi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama