Google Adsense

 "Judul: Sembari Melipat Renjana


Semburat jingga di cakrawala menuntun takdir setiap jiwa

Kala itu sorak nestapa terdengar jelas merambat di udara

Tiga ratus enam puluh lima hari sejak saat itu batin masih tak berdaya

Bersusah payah menyambut realita


Hujan air mata menyertai kukungan rindu setiap kali gelap gulita

Temaram langit kota bahkan sudah bosan menampung cerita

Sepertinya sudah seribu kali puan bercerita

Pantas saja, selalu sunyi yang menimpali pada setiap jeda


Sembari melipat renjana, puan berserah pada semesta

Gugusan takdir sudah semestinya manusia terima

Sembari melipat renjana, puan menunggu ‘tuk bersua

Melepas rindu yang kian menjelma

Di ruang dan waktu yang sama menyusuri karpet merah nirwana


Tuan,

Tuan abadi dalam fana

Terukir istimewa di lembar halaman pertama"


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama