Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Jiwa yang Terkunci


Cahaya memanggilku

Gelap merenggutku

Membelaiku

Mencekikku


Kawan, kau tak tahu diriku

Tubuhku kecil, namun dunia begitu menuntut

Kawan, kau mestinya tahu diriku

Pundakku tidak tahan, namun tetap ditekan


Ku coba mengeraskan tulangku

Ku coba menebalkan kulitku

Kau tahu apa yang aku dapatkan?

Keruntuhan...


Bilik bambu mendengarkan

Laba-laba terkesiap

Tangisan jiwa yang terkunci

Hanya Tuhan yang dapat membebaskannya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama