Google Adsense

Hampa Anila


Layaknya anila memaksa menghembus kuat

Mengelabui keindahan senja yang menawan

Meski temaram berhasil membuatnya hirap

Kini ku termangu meredam rindu

Mengingat kisah kasih masa lalu

Yang membuatku terbawa euforia

Pada istana harsa semata

Menggulut waktu memandang bagaskara

Tak pernah ada memorabilia yang ku rasa 

Jauh dari kata sempurna

Semesta mengajarkan agar tak hina

Luluh lantak mental seketika

Amarah teredam menyiksa

Sembari menyingkap sang nalar aku bertanya

Jiwaku bergetar tak berdaya

Lenyap, anila semakin kuat

Membawa kerancuan belaka

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama