Google Adsense

Gramophone Rindu


Dalam selaksa nalam yang kugoreskan

Di tengah pekat gulitanya malam

Ku langitkan seutas kenangan yang telah usang

Tentang sajak-sajak rindu

Yang tak pernah sanggup aku buang

Syair ku membara membakar nyala renjana

Dalam satuan rasa

Kau masih jadi satu-satunya pemilik singgasana

Pelukmu masih terasa candu

Merengkuh jiwa membayarkan rindu

Perasaan yang mengalir

Merambah tiap celah-celah kesendirian

Namun, ragaku berdiri tanpa mendapat sedikitpun peran

Pun kerasnya kerinduan

Tak sekalipun diperhatikan

Dadas karang itu menghantam butiran perasaan

Dalam heningnya lautan menyeret segala kenangan

Ikut tenggelam dalam kerinduan yang tak tersampaikan

Kubaringkan kelopak dari bunga yang layu

Merusak janjiku untuk tetap menunggu

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama