Google Adsense

Berkecamuk


Kepada rindu yang selalu menghantui

Yang mengacak-acak akal sehatku

Menjadi agak gila dan sedikit buta arah

Aku selalu penasaran, kapan penyakit ini akan sembuh


Kalaupun kamu adalah obatnya

Aku masih penasaran, kenapa ia tak kunjung reda

Masih sering kambuh dan mengusik sepiku

Berantakan, kamu membunuhku dalam kebisuan


Jiwaku hilang melihat sosokmu melenggang

Walau senyum itu jadi perpisahan yang manis

Aku selalu merasa kosong dan rumpang

Menepi di pojok kamar dan terdiam menangis


Hey, kenapa penyakit ini begitu mengerikan?

Wabah rindu yang menyiksa batinku

Tak cukup temu sebagai vaksin ampuh

Rinduku malah makin parah dan bergemuruh

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama