Google Adsense

Ayah


Ayah, engkau adalah cinta pertamaku. Yang tetap tersenyum pada putri kecilnya untuk menutupi sejuta lelah yang dirasakan.


Ayah, engkau adalah rumah yang menaungi kami dari kejamnya dunia.


Ayah, telah begitu banyak pedih yang dirajam padamu.


Ayah, salah satu pilarmu roboh bersamaan denganmu.


Rumah kita hancur, lebur bersama tanah.


Ayah, Kulihat ibu telah menemukan rumah barunya, yang lebih besar dan nyaman untuk ditinggali.


Sedangkan aku masih disini, duduk di puing puing kenangan yang kau tinggalkan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama