Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



(Aku) Sang Anak Perempuan Pertama


Plonga-plongo di pucuk fajar usia

Jam dinding berkata sudah waktunya

Tapi keadaan memuntahkan waktu yang berjangka

Pertanda canda surut, meredupkan tawa

Digembleng oleh figur pahlawan muda bak mama

 Menjejal motivasi yang selalu mencerca jiwa

Menuntut bidikan anak panah tepat sasaran luka

Itulah perburuan sang anak perempuan pertama

Dipaksa menjadi dewasa di usia muda

Dipaksa mendengar kalam manusia yang memekakkan telinga

Sampai-sampai mendesakkan tabiat entah jadi apa

Walakin harus jadi anutan bagi nyawa muda lainnya

Sang anak perempuan pertama berdoa

Barangkali akalnya tetapi menjadi manusia

Manusia piawai bagaikan seorang nahkoda

Membawa kapal berlabuh mengarungi ombak samudera dunia

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama