Google Adsense

 "-Mata air, air mata-


Usang sudah tangan ini sebab lama tak menelisik mahkotamu

Kabur sudah lensa tubuh ini sebab lama tak merekam gemulai nya aksimu

Aku, saudara kaya raya rindu 

Yang haus akan pertemuan denganmu 


Dalam beku sikapmu, hatiku mencair 

Hingga tercipta genangan rindu yang menjadi mata air

Mata air, juga air mata

Yang bertahta kuat pada hati dan mata 


Akan ku biarkan rindu ini berkarat sampai minggat

Rindu dan hati sudah terikat kuat

Rindu ini berat, namun tetap nikmat

Sebab rindu ini hangat, jadi mesti ku hemat 


Kusampaikan pada awan yang bergelantungan

Bahwa rindu ini sudah tak tertahan 

Bawalah turun bersama hujan

Menghanyutkan kegetiran perasaan 


Wahai puan..

Hanya harapan yang membangunkan

Takdir Tuhan tak pernah tergapai tangan

Sampai bertemu di pelabuhan pertemuan 


Aku anggap perpisahan ini sebagai kesempatan untuk menabung gairah

Sampai aku lelah lalu menyerah kalah

Sampai takdir Tuhan membawaku tepat arah

Dan denganmu berakhir kisah indah 

"


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama