Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Yuda


Ketika hari menjelang siang

Gema itu masih terngiang

Pelan tapi mengejutkan

Tak lama hilang tapi kami kian ketakutan


Di teriknya sinar surya

Gema itu seolah menjadi tanda

Tanda luka yang membekas selamanya

Membuat hidup kami penuh trauma


Setiap kali suara gema itu kembali

Hati kami buncah dengan tangan kaki yang bergetar

Mata kami waswas dengan degup jantung tak karuan


Saban hari

Kami seolah menanti giliran untuk mati

Hancur bersama gema akibat konflik negara sendiri


Ketika matahari terbenam

Kami bersujud merampungkan doa

Agar berakhirnya kontak senjata yang membuat derita 

Sembari mendambakan kedamaian ketika terbangun di pagi buta

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama