Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Wajah Pribumi

Lelah,menanti dan rapuh

Di oteriter tanmpa belas kasihan

Aku,kamu,kita,semua satu Ras

Wajah kami yang kusam

Penuh tanda tanya, harapan?

Berbalut perhatin,bimbang,

Rumahku yang dulu kokoh 

Hilang di sirana sebuah besi

Kini kami tak memiliki tempat berteduh

Untuk makanpun tidak miliki satu bulir nasi

Kepada siapa harus mengadu 

Dan kemana Tujuan, impian kami?

Apakah harus mengadu pada penguasa?

Yang tak punya norma dan moral

Toleransipun sebagi retorika dehagamu

Pelukmu dan sedihmu hanya sebagi penatap

Dimana kah hak dan kewajiban kami,

Hai kau pengusa kami lapar dan haus

Sebagai anak bangsa yang terlantar,

Biji yang siap bertumbuh dan berkembang

Bercucu dan bertambah banyak

Kami tak tau arah mana yang harus jalani,

perlakuanmu yang tidak kemanusiaan

Dan tidak menata,menetappun tidak

Apakah kami harus ""melawan"" untukmu?

Keadilan untuk Meraka penguasa

Kebebasan untuk menanam modal kekayaan

Persaudaraan antar berkuasa dan kaya,

Kepentingan sepihak tolak ukur

Amarah,dengki mulai tercipta

Gerakan spartis kami mulai melangkah,

Sampai keadilan itu setara di bumi Pertiwi

Tidak boleh ada keadilan sepihak.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama