Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Teppoh


Saat baskara menampakkan wajah 

Bumi dinobatkan sebagai pagi.


Air laut bergiliran memberi

Untaian ombak semangat


Namun, dapur ibu tak kalah riuh

Saat tutup nasi mengepul peluh

Sehingga, semangat petani tak pernah pasang

Untuk membajak harapan di ladang.


Di kampung Teppoh

Berdiri rumah-rumah kokoh

Tempat menaruh keluh;menistirahatkan tubuh

Sementara, anak-anak bermain, berjingkat

Merayakan libur didebur Ahad


Aku yang tersipu malu

Melihat Bapak, Ibu mengadu nasib

Sedang aku, hanya duduk di kursi

Memegang pena meniduri buku

Hingga, aku basah bersama puisi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama