Google Adsense

Tawa Di Balik Luka


Mentari pagi datang menyapa kini

Di balik jendela ku pandangi indahnya mentari

Bersinar terang layaknya di siang hari

Menjadi suasana yang paling ku nikmati


Ku buka jendela

Ku raup udara banyak - banyak

Agar aku,

Lebih bisa bernafas dengan bebas


Bergegas menyelami hari 

Yang entah mengapa sangat menusuk hati

Menjadikan aku seorang yang tertatih

Menahan sakitnya gejolak hati


Dikala duka melanda

Hari tetap ku jalani

Meski rasa terpaksa

Tawa tetap mengiringi


Tawa yang terukir indah

Nyatanya hanya keterpaksaan saja

Seolah tak ingin terlihat 

Jika ia sedang terluka


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama