Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Surat Terbuka Untuk Mu Si Petani (Liono J Simamora)


Engkau sudah sering terluka, terhempas badai, 

tak apa kau sudah cukup hebat mampu melaluinya.

Terimakasih untukmu, atas tangismu, atas lelahmu, atas segala pengorbananmu. 

kami dimasa sekarang akan belajar darimu ‘atri kegigihandan kerja keras.

Terima kasih telah bekerja keras untukku selama ini.


Aku mengerti labilnya dirimu ,

Butuh proses yang amat panjang sampai meyelesaikan pekerjaan mu

Butuh pengendalian diri yang sangat apik 

Sampai kau mampu menuai dan memanen hasil jeri payah mu. 

Menelan banyak waktu sampai kau bisa mendapatkan hasil dari 'usahamu'.

 

Maafkan kami yang terkadang tak menghargai usahamu, 

Mengeluh akan kegagalan yang terjadi.

Maafkan kamiyang jarang meluangkan waktu padamu,

Yang tidak menguatkan saat ‘kamu’ gagal

Maafkan kami yang pernah jadi partner yang payah.


Kami, akan belajar darimu, mengerti, betapa berharganya peranmu.

Aku kagum denganmu. 

Dirimu yang selalu ingin berproses, sabar akan jalan panjang 

Dan terus mempercayai semua jalan kehidupanmu pada Allah.

 

Aku salut akan ketegaranmu mengahadapi setiap ujian yang diberi oleh semesta.

Terima kasih selalu mengingatkan untuk bersyukur

Terima kasih telah memberi kekuatan dalam diri saat menghadapi kerasnya dunia ini. Meskipun kau diremehkan, tidak dihargai, 

namun kau tetap kuat dan terus melangkah.


Terima kasih selalu mengingatkan untuk bangkit disaat aku terpuruk. 

Terimakasih untuk tidak menyerah saat kau lelah.

Terimakasih selalu menyakiniku dalam menentukan arah dan pilihan. 

Terimakasih sudah mau banyak belajar dan berusaha bersama.

Terimakasih untuk selalu ingat bersyukur.


Semoga usahamu untuk terus berproses tidak  berhenti

Aku tidak akan sekuat ini tanpamu.

Aku bangga padamu yang hebat dan tangguh.

Maaf tidak memanfaatkan waktu untuk saling berkembang

Terimakasih telah membantuku bertumbuh dan melawan arus hidup yang keras.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama