Google Adsense

SURAT BINGKAI ANAK LELAKI 


Kepada Pihak Rumah


Pada;

Air berkerabat mendoa

Sekarang berujung sesak dada

Ma!

Tidak di terima lagi seserahanku

Yang bagi kau menimang cucu

Ialah kembali menghitam perakmu

Dan semata wayang diriku


Hendaknya;

Dalam laut dapat di duga

Dalam hati siapa yang tahu 

Pa!

Ada gula ada semut

Disitulah anakmu tergigit

Seseorang ternama menutup

Bagai api dengan asap

Lesu dan pucatku bertebaran

Sepasang demi berpasangan


Jikalau;

Sesederhana berkabar

Jendela masuk angin 

Aku inginkan

Menyambang bukan menyumbang

Rasa-rasanya 

Rumah adalah hidangan

Pembuka siapapun


Apa boleh buat;

Beberapa kali pegangan berujung kandas

Mereka pun pemuja mapan

Meludahi pekerjaanku menulis papan

Tenanglah, kesehatanku baik-baik saja

Bahkan syukur tak terhitung jumlahnya


Kuputuskan sejak itu;

Tidak lagi mencalonkan diri

Hujan berbalik ke langit

Jatuh ke dalam air mata

Badai pasti berlalu

Ya, Ma!


Kuputuskan sejak itu juga;

Jauh berjalan banyak dilihat

Lama hidup banyak di rasai

Jinak-jinak merpati, sudah dekat

Terbanglah dia

Tentu, Pa!


Boleh dikata;

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah

Kalian mengulurkan tepat waktu

Memilih dan memilahku

Karena  tiada yang terpinggirkan

Di dalam kasus percintaan


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama