Google Adsense

 Takdir Mimpi


                Sosoknya yang Berharga


Rintik hujan menemani sunyi sepi ini

Pagi yang begitu suram

Cahaya sang mentari terbit

Awan kelabu temani sang mentari


Hawa dingin menusuk menembus kulit

Tetesan embun pagi membawa keindahan

Betapa indahnya ciptaan tuhan

Sang semesta mulai berbisik


Bertanya pada seseorang

Yang belum dapat melupakannya

Yang kini tak menatap langit yang sama

Pergi tanpa meninggalkan kepastian


Jawaban seseorang itu membuat sang semesta bersedih

Karena jawabannya akan tetap sama

Dia belum mampu melupakan sosoknya

Sosoknya yang kini tak nyata dan tak akan hadir lagi


Tuhan seakan menegaskan pada sosoknya

Menyampaikan pesan kepada sang semesta 

Semesta pun berbisik padanya untuk segera melupakan sosoknya

Namun perasaan itu belum ingin usai


Perasaan itu masih lah kuat

Hingga detik waktu kapan pun

Perasaan itu tak pernah memudar

Meski sang semesta telah memisahkan


Tuhan pun tak pernah merestui

Tapi sepertinya perasaan itu masih belum usai

Bersama kenangan indah yang telah tersimpan rapi

Meski kini tak menatap dunia yang sama lagi"


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama