Google Adsense

Seuntai Harapan


Kusebut pagi karena munculnya sang mentari

Cahayanya benderang menerangi

Menumbuhkan semangat untuk mengais rizqi

Melangkah kedua kaki dengan menyebut sang illahi


Kesebut dhuha karena dua rakaat yang kusegera

Berharap kesehatan untuk raga

Mampu menjalani hari hingga menua

Tanpa kesedihan yang melanda


Kusebut siang karena bayang yang menghilang

Tegak cahaya di atas kepala 

Memeluhkan seluruh semesta

Silaunya menghalang sepasang mata

Memaksa tunduk pada kebesaran-Nya


Kusebut senja karena langitnya yang mulai merona

Menggurat jingga di cakrawala

Melenakan netra yang menatapnya

Meski sekejap tak mengecewakan pengagumnya


Kusebut malam karena semesta mulai menepi keperaduan

Berganti sunyi dalam kepekatan

Meninabobokan insan dengan seribu impian

Berharap terwujud saat membuka penglihatan


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama