Google Adsense

 Takdir Mimpi


 Setitik Asa Menyiarkan Janji Pada Peluh dan Keluh


Membui khayal akan indah waktu kelak

Seolah ditenung nyeri, kakiku enggan melangkah.

Terhalang sangat ragu dalam hati


Waktu berlalu mengingatkanku akan keberadaan

Hentikan gemuruh tangis itu!

Hilangkan lepit dahi itu!

Biarkan senja menggenggam dan menerbangkannya bersama waktu.

Hingga senyumku menari dalam Baluran mentari"


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama