Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



SEPETAK LAGI


Mentari berjalan ke arah pagi

“Ibu sudah siapkan nasi di meja besi”

Jangan tanya, ini dari jerit petani

Menyelam sedari pagi di Ibu Pertiwi


Katanya, “Ladang pucat pasi sudah tak asri”

Air subak tak mau diajak kompromi

Penderitaan kian menyayat hati

Memintal sesak harapan dalam diri


Sekali lagi, seluas lahan tani

Kulihat mereka sibuk menanam besi

Tinggal sepetak lagi

Terganti dengan gedung tinggi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama