Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Sehati Namun Tak Sedarah

Tubuhnya yang begitu gagah,

Dihiasi dengan kerutan dan keringat yang basah.

Banting tulang tak kenal waktu dan arah,

Ialah sosok pahlawanku yaitu “ayah”.

Memikul beban dan tanggung jawab orang lain,

Tak semudah belajar melipat kain.

Seperti menyiram bunga di taman tetangga,

Namun keindahannya tetap milik yang punya.

Raga yang begitu kokoh, menguatkan diri untuk orang lain,

Hingga lupa jika dirinya tak lagi seperti kemarin.

Langkah kakinya yang begitu penuh dengan harapan,

Disertai doa yang tak sanggup lagi diucapkan.

Ialah sosok pengerti hati ini,

 yang memahamiku disegala kondisi.

Walaupun darah ini tak sealiran dengannya

Namun, tak menjadi pengukur kasih sayangnya

Dan walaupun dibelakang nama ini bukan tertulis namanya

Namun, perhatiannya melebihi sosok yang sebenarnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama