Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Sedih yang Senang


Sejak pukul lima sore giginya sudah tanggal

Tidak ada yang tersisa, pun bagian depan yang biasanya untuk makan bawal

Bulan sabit kecil yang membentuk pun tidak bisa dikawal,

pergi jauh sejak pukul lima yang janggal 


Dia kira sedihnya itu palsu,

Dia kira, hatinya itu batu,

Ternyata memang abu

Bahkan benalu pun sepertinya lebih kuat dari gadis itu 


Si kuning berubah warna menjadi jingga

Sedikit membiarkan luka menganga pada ekspektasi dia yang terlampau fana

Jingga datang, saatnya pulang ke pangeran

Gigi dan sabit itu berdatangan 


Saatnya pulang, 

Pulang ke tempat dia selalu diharapkan datang

Pulang, ke tempat dia selalu menjernihkan arang

Pangeran, tolong jaga gadis itu

Saya takut, hati abunya terbawa pilu

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama