Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Sakaratul Maut


Daun jatah umur kering dan gugur

Diinjak remuk redam

Tak dapat lagi merangkak

Menyisa remahan terhempas angin, menghilang

Malaikat kematian bertandang 

bisikkan aroma lembut mencekam, ""Kamu pasti lelah disini. Marilah ikut bersamaku""


Arus tiba di leher

Tak sabar ingin menembus benteng

Mengunci diri lantas menebar duri-duri

Tancapkan pedang tertajam dari yang paling tajam

Mengoyak pita suara

Mengkuliti daging darah yang masih menempel di dinding kulit

Diinjak diputar dicekik



Diinjak raksasa

Diputar mesin besi

Dicekik tambang besi

Tercekatt

Tertahan

Mata juling sembunyikan bola hitam


Nafas tersendat, hampir lenyap

Jasad berguling tak nyaman 

tak dapat lagi rasakan kenikmatan

Yang ada hanya sakit tak tertahan

Bibir tak dapat mengatup

Gentar berucap ""laailaahaaillallah"" sekuat tenaga 

Namun sebenarnya sudah tak memiliki daya


Lidah sudah tak dapat lagi berulah

Ruh ditarik penuh dari jasmani

Jasad terbujur tak bergerak

Apa usai?

Tidak, petualangan masih panjang

Baru selesai satu dekade saja

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama