Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Sajak Kerinduan Tanpa Pertemuan 



Belajarlah menggenggam dengan baik.

Sebelum akhirnya,  kehilangan yang baik.

Tidak perlu terburu-buru

Kamu tetaplah kamu.


Tidak ada yang dipaksa sama.

Bulan dan mentari saja 

Punya cara dan waktu  sendiri untuk menyinari    dunia.


Begitupun malam, rinduku  adalah nyala.

Nyala yang tak punya nyali.

Bisa dikatakan aku sipengecut yang takut merindukanmu.


Dear aku, Maaf karena terlalu memaksamu

 untuk memenuhi ambisiku  dan egoku.


Padahal kamu sudah menjerit.

Meminta berhenti karena sudah kelelahan.

Namun kamu hanya bisa terdian tanpa gerakan.


Untuk pertama kalinya.

Kamu adalah sebaik-baiknya patah hati.

Yang disiapkan Tuhan.

Sebelum aku mengenal sajak sajak hujan.


Aku Takan menyesalimu

Atau bilang aku tidak akan pernah bertemu denganmu.

Sebab aku bersyukur kau telah hadir dibagian kehidupanku dan menjadi bagian  dari proses kesabaranku.



Seharusnya tidak perlu merasa kehilangan jika tidak pernah memiliki.

Seharusnya juga tidak pernah menyimpan disebuah memori.

Dan seharusnya tak perlu berpegang pada sesuatu yang belum menetap hasilnya.


Terimakasih kuucapkan disemua perjalanan.

Pasti berakhir dengan perpisahan.

Dan sebaik baik perpisahan 

Tetaplah menyakitkan.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama