Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



RISALAH SECANGKIR TEH


Kita hanya serupa secangkir teh yang diseduh, menunggu giliran untuk dihidangkan, tanpa bisa menerka takdir kita diperuntukkan bagi siapa.


Secangkir teh, teman dalam bincang-bincang pagi, dengan embun dan ikhlasnya daun tertiup angin tanpa arah. 


Secangkir teh, tak tahu akankah terhidang di meja kesepian, atau disuguhkan pada riuhnya perayaan kasmaran. Bahkan bisa jadi, hanya pengganjal rasa lelah untuk seseorang yang seharian bergelut dengan semesta.


Secangkir teh yang diteguk berulang kali tanpa henti, digenggam dengan hangat, lantas dihempas ketika yang tersisa hanya berupa sepi dan pekat.


Dan lidah kita terlanjur latah, bersikeras menyesapi secangkir teh yang  telah diseduh berkali-kali hingga warnanya memudar tanpa ampun. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama