Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Rintihan Didepan Mahligai Negeri


Kincir berputar searah jarum jam

Sepoi angin membuatnya semakin kencang

Bergetar-getar seakan mau lepas dari pangkal

Terkena badai maka hancurlah sudah


""Bermimpilah setinggi langit, jika kau jatuh. Maka kau akan jatuh diantara bintang-bintang.""

Apakah negeri ini laksana bintang wahai Bapak Proklamator?

Negeri yang hanya berisi janji-janji petinggi

Negeri yang punya banyak hutang sana-sini


Impianmu teramat tinggi bung

Bahkan sang Jenderal 32 tahun tak mampu menanggung

Siapa lagi yang mampu bung?

Generasi selanjutnya?


Kau tahu bung, mereka hanya memberi janji yang tak pernah dipenuhi

Jika hanya berupa janji dan mimpi

Tak lama lagi kita tak bisa menanak nasi

Kekritisan ekonomi akan selalu mewarnai


Sampai kapan kita harus menunggu negeri ini hancur?

Negeri yang akan hancur akibat hasrat membabi buta

Hasrat mencukupi keluarga, atau bahkan istri muda


Seribu kali kita bergerak tetap berhasil nihil

Berorasi sana-sini, berdemo didepan istana negeri

Hanya dianggap hiburan oleh mereka


Apakah kita harus berdiam diri?

Atau tetap bergerak meski tak berbuah sama sekali?


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama