Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Nahkoda

Kala matahari bersinar siapkan dayung

Membakar kulit siapkan perjuangan

Melawan percikan ombak pergi ke hilir

Arungi lautan untuk sehari kesejahteraan

Meliuk bagai sinar di tengah hujan

Menahan keringat deras di ujung tanduk

Memikul berat mental kehidupan

Untuk keindahan disetiap sudut rumah

Untuk senyuman bocah kecil

Di setiap putaran munculnya matahari dan rembulan

Untuk kegagahan anak yang akan datang


Apa daya ku, Ayah? 

Terkadang tertawa tanpa dosa

Merobek hasil jerih payahmu

Mengamuk di senyuman palsu nan hancur dihatimu

Tanpa melihat langit memuji keringat derasmu

Tanpa mendengar angin berseru menyemangatimu

Aku berkawan langit merah pancaran

Hanya mampu berpuisi di ujung hari

Dengan sastra yang semena-mena ini

Aku tertampar dengan kesombongan

Melihat dibalik remuk nurani mu

Engkau tetap tertawa tegak perkasa


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama