Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Menanti Patah…

Sekilas terpana tapi tak sirna

di bawa kalimat paling lara

ada duka yang melebihi air mata.

Semalam suntuk aku terjaga

merangkai pilu dalam derita

wajah ayumu berkemas siksa

belum sempat menghayati mata pada tujuan

engkau berlalu tanpa sisahkan tumpuan

lalu bagaimana aku memberi alasan

pada tebing waktu yang menuntut kehadiran?

Pada titik himpunan yang kau atasnamakan cinta

Sesungguhnya telah lama kau kehilangan rasa

demi kau bisa penjarakan lupa

kau sengaja bersandiwara

biar aku tak perlu kecewa

agar kau ucap aku tak terluka.

Tapi mungkin kita memang menanti patah

semoga pergimu membawa nikmat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama