Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Manusia Temaram Dengan Beban


Melodi bait-bait kata perkata merasuk dalam kepalaku

Samar tapi juga terdengar jelas 

Dari ujung timur aku melihatnya

Sosok tinggi mekakai jas dan tas


Jantungku berdetak tak karuan

Langkahku semakin dekat dengan tujuan

Aku tidak mengintip tapi seperti penguntit

Aku penasaran dengan sosok ber postur atlit 


Kembali ke dasar alamku, akalku berpikir

Bukankah dia seperti manusia nadhir

Manusia yang kutemui di jalan anyir

Yang kunamai manusia nadhir


Bukan, bukan karena ia langka

Tapi ia sungguh amat langka

Senyum tipisnya membuatku berdesir

Membuatku selalu ber pikir


Tapi, mengapa ia berada dalam temaram

Menekuk lutut seperti gelandangan

Dengan tas yang ia dekap dengan tangan

Mengapa ia muram di gelapnya malam. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama