Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



DURI


Kamu adalah kabar yang selalu aku tunggu

Sebelum kupaksa kubur perasaanku

Kamu memang yang terindah

Juga yang menggores Luka paling parah


Bahkan detak metronom kini jauh lebih menenangkan

Dari rangkai kata yang pernah 'kau syairkan

Sekadar aroma tubuhmu tercium menyakitkan

Teringat dekap yang sempat membuatku nyaman


Ditengah monolog malam

Berbisik kata yang membuatku tenggelam

Bertahan atau lepaskan

Keduanya bagai menyimpan duri dalam pelukan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama