Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Debu Harapan


Peri kecil nan suci itu penuh bahagia

Bermain dengan tulus nya hati yang belum mengenal luka

Berpijak di bumi yang ia tau ini adalah tempat terbaik nya

Di naungi sang rumah yang menurutnya adalah tempat peristirahatan ternyaman


Hei… kemarilah 

Suara yang lembut nan tenang menusuk telinga sang peri kecil

Sosok tua itu ternyata sedang mengusap kepala sang anak dan berkata “sungguh kau adalah sumber kebahagiaanku”

Se iring berjalanya waktu, sang peri kecil yang tak lain adalah aku, Mulai menyadari bahwa tumbuh dewasa itu menakutkan

Saya pergi dulu ya nak….

Siapa pemilik suara itu? tak lain tak bukan ia adalah yang selama ini jadi penenang, Telah hilang.

Dia pulang tapi bukan kerumah yang di anggap nya penenang, Melainkan tempat peristirahatan ke abadian.


Lalu sang peri kecil berkata…

Ibu… perjalanan ku masih panjang

banyak harapan di pundak ku yang mungkin tidak bisa ku pikul sendiri bu

mahluk ciptaan tuhan ini yang di ciptakan Tuhan dari tanah, akhirnya kembali ke Tanah.

Tapi mengapa scepat ini bu? Oh.. ya bu, besok adalah hari kelulusan ku, doakan ku bisa sukses di kemudian hari ya bu.

Suara petir yang bergemuruh, rintik hujan yang mulai membasahi tubuh, membuat ku berpikir.

Ketika aku pulang, tidak akan ada lagi pelukan dari ibu… Suapan lembut dari tangan ibu.. nasi hangat yang menyapa mulutku


Aku mulai bediri dan berkata..

Ibu aku pulang dulu ya, ibu tidur yang tenang, ibu disana tidak sakit kan? berbaring dengan tenang kan bu? aku pasti sukses bu… doa ibu akan selalu bersama ku

Adik - adik masih kecil bu, tapi ku pastikan mereka aman bersama ku, akan ku peluk jika mereka ketakutan.

Akan ku bimbing dan akan ku sayangi mereka, seperti ibu yang memberiku banyak kasih sayang dan ilmu

mata sayu tubuh lesu

menatap tanah yang di bawah nya ada tubuh yang selalu jadi pelukan ternyaman

Aku mulai berpaling dan melangkah meninggalkan tempat itu

Aku pergi bu…


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama