Google Adsense

 

Puisi di bawah ini adalah puisi peserta lomba cipta puisi tingkat nasional. Puisi ini telah lolos kurasi dan akan diterbitkan dalam buku yang berjudul,"Find It" 



Bangkit 


Saat kekandasan berlabuh mendekati

hidupku sekonyong konyong jadi kelabu bagai

marcapada tanpa binar mentari 

hari hariku ranah tiada arti

langkah kaki pun perlahan ikut terhenti


impian demi impian hancur lebur

harapan demi harapan pudar

kemudian bermetamorfosis menjadi angan angan

yang berserakan tak karuan


resah gelisah gundah 

mulai berdatangan

menerkam silih bergantian

hingga diri ini terjatuh ketitik terendah


titik dimana diri ini mulai terpesong

Jiwa ini mulai terserondong

ego sendiri yg tak terkendali pun perlahan 

merasuki pikiran dan melunturkan kesabaran


Seiring berjalannya masa

mulai terdengar ocehan ocehan tak bermakna

sampai terbesit dalam benak ini

ah ingin ku akhiri saja hidup ini


arrgghh tidak tidak bicara apa aku ini

aku harus tetap melangkah dan pertahankan semua ini


wahai jiwa yang penuh dengan penat 

kini bukan saatnya lagi untuk terus bersakit sakit

tapi kini saatnya untuk berlari bangkit 

dan kobarkan kembali gemuruh semangat

yg semula pernah surut 


wahai jiwa yg penuh dengan keterpurukan

Kini bukan saatnya lagi untuk terus menenggelamkan diri kelembah kenestapaan

tapi kini saatnya terbangun dan hempaskan 

Segala keresahan 


goreskan kembali senyuman

hapuskan air mata

angkat kepala kembali perjuangkan impian 

yang semula hampir sirna


wahai jiwa yg lemah dan penuh dengan

keterbatasan teruslah bangkit jangan mau terus

dikalahkan oleh keadaan

ingat impian mu lebih berharga

dari ocehan ocehan mereka yang tak bermakna

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama